Minggu, 25 November 2012

ALGAE


LAPORAN KERJA LAPANGAN
TAKSONOMI TUMBUHAN RENDAH

IDENTIFIKASI ALGA DIPANTAI KONDANG MERAK

DosenPengampu :
Drs. Sulisetjono,M.Si
Ainun Nik’mati Laily, M,Si

Oleh :
Nama    : Yuyun Handayani
NIM    : 11620024
                                                          
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang

Alga adalah organism berklorofil, tubuhnya merupakan talus (uniseluler atau multiseluler), alat reproduksi pada umumnya berupa sel tunggal, meskipun ada juga alga yang alat reproduksi tersusun dari banyak sel (Sulisetjono,2009).
Habitat alga adalah tempat yang berair : sungai,kolam, rawa, laut, tanah yang lembab, pohon dan sebagainya.Distribusi alga cosmopolitan. Alga ditemukan di sumber air panas, di salju daerah kutub dan puncak gunung yang tinggi, bahkan di perairan yang mengandung boraks (Sulisetjono, 2009).
Pantai kondang merak memiliki banyak spesies alga dari beberapa divisi karena pantai ini memiliki kondisi alam yang masih alami.Oleh karena itu, dilakukan penelitian makroalga di pantai kondang merak agar praktikan lebih memahami alga dan habitatnya secara langsung, karena ilmu kurang sempurna jika hanya diberikan gambaran saja,tanpa tidak dilakukan penelitian secara langsung.
1.Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Study lapangan keanekaragaman alga yang berhabitat di zona pasang surut pantai Kondang Merak Malang Selatan
2.Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetaui jenis alga yang berhabitat di laut
2.      Mengidentifikasi jenis alga yang berhabitat di laut


BAB II
METODOLOGI

1.      Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu pada hari kamis- jumat tanggal 15-16 November  2012  di  pantai kondang Merak Malang Selatan dan hari Sabtu tanggal 17  November 2012 di laboratorium Ekologi jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana malik Ibrahim Malang.


2.      Alat dan Bahan
2.1  Alat
Alat- alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.    Alat Tulis
2.      Camera
3.      Ice box
4.      Toples
5.      Plastik
6.      Bunsen
7.      Korek api
2.2 Bahan
Bahan- bahan yang digunakan adalah:
1.      Es batu                                                Secukupnya
2.      Label                                       Secukupnya
3.      Larutan tembaga sulfat           0,2 gram         
4.      Asam Asetat glasial                5 ml
5.    Formalin                                  10 ml
6.      Alkohol 70 %                         50 ml
7.      Aquades                                  Secukupnya

3.      Cara Kerja
1.  Di ambil alga dari habitatnya
2.  Di masukkan kedalam ice box yang berisi es batu
3.  Dibuat larutan fiksatif dengan mencampurkan Asam asetat glasial, formalin,  Tembaga sulfat dan aquades.
4.  Di rendam alga didalam larutan fiksatif  yang telah ditambahkan larutan tembaga    sulfat
5.  Dilakukan perendaman selama 48 jam
6.  Diisi toples dengan alkohol 70% sebagai pengawet
7.   Dimasukkan alga kedalam toples
8.   Ditutup toples tersebut hingga rapat
9.   Dilapisi dengan plastic bagian tutupnya
10. Direkatkan plastic dengan api pada Bunsen
11. Diberi label dengan nama spesies tersebut
















BAB III
HASIL  DAN PEMBAHASAN

3.1 Sargassum polycistum
Gambar pengamatan
Gambar literature
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5rmRhb1wRy6H2kjfY4F5IV1sVMi2BHxe0zI1p8O8oiRzpWUbddubmTiQRFmtgRTpt3hGtRGnqHvH32gz_gtdPZX06xCS28bfuiCEgUgffrtfQE2Q_SDoM88x71qiTpmbczlxt_7Ys2bc/s320/Sargassum+sp.JPG
        Riski,2010

Klasifikasi Sargassum sp menurut Anggadiredja (2006) adalah:
Kingdom         Plantae
          Divisio             Thallophyta
                      Kelas               Phaeophyceae
                                  Bangsa                        Fucales
                                              Suku                Sargassaceae
Marga              Sargassum
Jenis                Sargassum polytricum                       

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, Sargassum polytricum termasuk dalam divisi paheophytadan kelas fucales, mempunyai pigmen klorofil a dan c dan pigmen tambahan berupa karotenoid, fukosantin dan violasantin, mempunyai cirri-ciri berwarna coklat kekuningan, mempunyai holdfast, mempunyai cabang yang menyerupai tumbuhan angiospermae,seperti semak sehingga dimasukkan dalam kelas fucales. cabang terdiri dari axis (cabang utama) dan branch.Thallus berbentuk silindris gepeng, licin, stipe utama berbentuk bulat agak kasar. Blade berbentuk lonjong seperti pedang, pinggirnya bergerigi jarang, berombak, ujungnya meruncing dan melengkung. Holdfast berbentuk cakram. Spesies ini memiliki air bladder yang berfungsi untuk mengapung jika terendan air didaerah intertidal pasang dan juga sebagai cadangan air saat terdampar ketepian pantai.Habitat sargassum politrycum di laut. Panjang keseluruhan 28 cm dan lebar 2,5 cm. Lebar daun 1 cm.
Rumput laut jenis Sargassum umumnya merupakan tanaman perairan yang berwarna coklat, berukuran relative besar, tumbuh dan berkembang pada substrat dasar yang kuat.Bagian atas tanaman menerupai semak yang berbentuk simetri bilateral atau radial serta dilengkapi bagian sisi pertumbuhan.Sargassum biasa dicirikan oleh 3 sifat yaitu adanyapigmen coklat yang menutupi warna hijau, hasil fotosintesis terhimpun dalam bentuk laminarin dan alginate serta adanya flagel (Lovelelles, 1989).
Algae Sargassum tumbuh sepanjang tahun, tumbuhan ini bersifat "perenial" atau setiap musim barat maupun timur dapat dijumpai di berbagai perairan. Algae Sargassum tumbuh berumpun dengan untaian cabang-cabang. Panjang thalli utama mencapai 1 - 3 m dan tiap-tiap percabangan terdapat gelembung udara berbentuk bulat yang disebut "Bladder," berguna untuk menopang cabang-cabang thalli terapung ke arah permukaan air untuk mendapatkan intensitas cahaya matahari (Kimball, 1999).
Lingkungan tempat tumbuh algae Sargassum terutama di daerah perairan yang jernih yang mempunyai substrat dasar batu karang, karang mati, batuan vulkanik dan benda-benda yang bersifat massive yang berada di dasar perairan. Algae Sargassum tumbuh dari daerah intertidal, subtidal sampai daerah tubir dengan ombak besar dan arus deras. Kedalaman untuk pertumbuhan dari 0,5 - 10 m. Marga Sargassum termasuk dalam kelas Phaeophyceae tumbuh subur pada daerah tropis, suhu perairan 27,25 - 29,30 oC dan salinitas 32-33,5 %o. Kebutuhan intensitas cahaya matahari marga Sargassum lebih tinggi dari pada marga algae merah (Cambell, 2003)
Lingkungan tempat tumbuh sargassum terutama di daerah perairan yang jernih yang mempunyai substrat dasar batu karang, karang mati, batuan vulkanik dan benda-benda yang bersifat massive yang berada didasar perairan.Sargassum poltrycum tumbuh di daerah intertidal,subtidal sampai daerah tubir dengan ombak besar dan arus deras.Kedalaman untuk pertumbuhan dari 0,5-10 m.Sargassum tumbuh subur pada daerah tropis,suhu perairan 27,25-29,30 0C dan salinitas 32-33,5% .Sargassum merupakan genus yang sangat besar (mendekati 400 spesiaes) yang menyebar si seluruh dunia. Di Indonesia saja, lebih dari 50 jenis sargassum telah dikoleksi. (Widyorini, 2010).
Perkembangbiakan atau reproduksi marga Sargassum yang termasuk bangsa Fucales, marga Sargassaceae dikenal dua cara yaitu Reproduksi aseksual (vegetatif) dan sexual (generatif). Reproduksi vegetatif dilakukan melalui fragmentasi yaitu potongan thallus berkembang melakukan pertumbuhannya.Reproduksi generatif yaitu perkembangan individu melalui organ jantan (antheridia) dan organ betina (oogenia) (Cambell,2003).
Sargassum sp banyak terdapat di Indonesia, yang merupakan alga yang khas untuk lautan daerah tropis. Sargassum sp digunakan sebagai bahan kosmetik karena mengandung asam alginate. Sargassum dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman Allium cepa L., Bawang Putih (Allium sativum L.), Merica (Capsicum L.) dan Ubi Jalar (Ipomoea batatas (L.) Lamk) (Pramesti, 2007)








3.2 Gracilaria salicornia
Gambar pengamatan
Gambar literature

      
    http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRd1smkjVqYJM6gK6i2lpgchOYNfcZ2amu4sgAJ1PG5Ionfe_HBSA
( Riski,2010)





 Klasifikasi Gracillaria salicornia menurut Anggadiredja (2006) adalah:
Kingdom           Plantae
Divisi               Rhodophyta
Kelas               Gigartinales
Suku                Gracilariaceae
Marga              Gracilaria
            Jenis                Gracilaria Salicornia             
          
Berdasarkan pengamatan yang telah di lakukan, Gracilaria Salicornia termasuk dalam divisi rhodophyta dan kelas Gigartinales, mempunyai pigmen klorofila dan d dan pigmen tambahan berupa karotenoid,zexantin, dan lutein. Gracilaria Salicornia berbentuk thalus,holdfast terlihat dengan jelasdan berbentuk kaku sedangkan blade dan stipe tidak dapat dibedakan, berbentuk kenyal.Thalus secara keseluruhan berbentuk silindris berbuku-buku, percabangannya bersifat dichotomous (bercabang dua-dua), panjang 5 cm dan lebar 0,3 cm, panjang holdfast 0,2 cm. Gracillaria berwarna merah keunguan, setelah diawetkan beberapa hari warnanya berubah menjadi hijau, hal ini dipengaruhi oleh awetan yang digunakan.Habitat di laut dangkal.
Gracilaria Salicornia mempunyai warna merah keunguan, mempunyai thalus berbentuk silindris dengan garis- garis tengah 2-3 cm dan bercabang-cabang. Bentuk thalusnya seperti ulva sp tetapi lebih tebal dan mempunyai sistokarp. merupakan jenis rumput laut yang mempunyai toleransi cukup luas terhadap factor-faktor lingkungannya dapat hidup di perairan yang tenang pada substrat berlumpur,kisaran salinitas antara 5-43% dan PH antara 6-9 (Tjitrosoepomo, 1983).
Menurut Aryanto (2000) Gracilaria sp memiliki ciri sebagai berikut:
  1. Thalli berbentuk silindris / gepeng dengan percabangan, mulai dari yang sederhana sampai pada yang rumit dan rimbun.
  2. Diatas percabangan umumnya bentuk thalli agak mengecil
  3. Warna thalli beragam, mulai dari warna hijau-cokelat, merah, pirang, merah-cokelat, dan sebagainya.
  4. Substansi thalli menyerupai gel atau lunak seperti tulang rawan 
Pertumbuhan Gracilaria sp, umumnya lebih baik di tempat dangkal daripada tempat dalam. Substrat tempat melekatnya dapat berupa batu, pasir, lumpur, dan lain-lain. Kebanyakan lebih menyukai intensitas cahaya yang lebih tinggi. Suhu merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan pembiakan. Suhu optimum untuk pertumbuhan adalah antara 20-28oC, tumbuh pada kisaran kadar garam yang tinggi dan tahan sampai pada kadar garam 50 permil. Dalam keadaan basah dapat tahan hidup diatas permukaan air (exposed) selama satu hari (Birsyam, 1992).
   Pada umumnya dinding sel terdiri dari dua komponen yaitu komponen fibriler awan membentuk rangka dinding dan komponen non fibriler berbentuk matriks. Tipe umum dari kelompok fibriler mengandung selulosa, sedangkan non fibriler tersusun dari galaktan atau polimer dan galaktosa agar, karagin porpiran. Cadangan makanan pada Gracillaria salicornia adalah karbohidrat yang tersimpan dalam granula yang terletak didalam sitoplasma. Granula tersebut akan berwarna merah apabila di uji  dengan potassium iodide yang disebut tepung floridean.Cadangan makanan lain adalah floridosida. Pigmen Gracillaria salicornia terdiri dari klorofil adan d,karotenoid dan fikobilin (fikoeritrin dan fikosianim), keistimewaan dan sifat lainnya adalahtidak ada sel yang dilengkapi dengan alat gerak (Birsyam,1992).
            Reproduksi secara vegetatif  berlangsung dengan pembentukan spora haploid yang dihasilkan oleh sporangium atau talus ganggang yang diploid. Spora ini selanjutnya tumbuh menjadi ganggang jantan dan betina yang sel-selnya haploid.Perkembangbiakan secara generatif dengan cara oogami, pembuahan sel kelamin betina (ovum) oleh sel kelamin jantan (spermatium).Alat perkembangbiakan jantan yang menghasilkan spermatium yang tak berflagel, sedangakn alat kelamin betina disebut karpogonium, yang menghasilkan ovum,hasil pembuahan sel ovum dan sel spermatium adalah zigot haploid, selanjutnya sel zigot itu akan tumbuh menjadi ganagang baru yang menhasilkan aplanospora dengan pembelahan meiosis.Spora haploid akan tumbuh menjadi ganggang penghasil gamet, jadi pada ganggang ini menghasilkan keturunan antara saprofit dan gametofit (Aryanto, 2000).
Gracilaria Salicornia merupakan jenis rumput laut yang bernilai ekonomi tinggi yang telah dibudidayakan di Indonesia.Rumput laut tersebut dimanfaatkan sebagia bahan mentah dalam pembuatan agar.Gel ini digunakan para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat elektroforesis gel.Manfaat Gracilaria Salicornia yang lain adalah sebagai penyedia makanan dalam jumlah banyak bagi ikan yang hidup dilaut dan manusia,untuk penyamakan kulit dan sebagai biofilter pencemaran limbah (Ciremai, 2008)
3.3. Chondrus cirpus
Gambar pengamatan
Gambar literature
                                
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a1/Chondrus_crispus.jpg/220px-Chondrus_crispus.jpg

Klasifikasi chondrus cirpus menurut Anggadiredja (2006) adalah:
Kingdom       Plantae
          Divisio             Rhodophyta
                      Kelas               Rhodophyceae
                                  Bangsa                        Gigartinales
                                              Suku                Gigartinaceae
                                                          Marga              Chondrus
                                                                      Jenis                Chondrus cirpus
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa Chondrus cirpus merupakan makroalga dari divisi Rhodophyta. Alga ini satu kelas dengan Gracilaria Salicornia, Thalus berbentuk pipih,memiliki percabangan dikotom pendek,benyak mengandung zat pektin, cadangan makanan disimpan dalam bentuk floridean seperti pada Gracilaria, teksturnya elastic seperti tulang rawan, sekilas terlihat bentuknya mirip kipas yang bertumpuk, panjang 4 cm dan lebar 1 cm, panjang holdfast 0.9 cm.warna merah keunguan jika masih segar, berubah menjadi putih ketika mongering. mempunyai pigmen klorofila dan d dan pigmen tambahan berupa karotenoid,zexantin, dan lutein daur hidup berfasa dua.     
          Chondrus crispus adalah alga merah relatif  kecil, hingga mencapai sedikit lebih dari 20 cm.Alga ini bercabang empat atau lima kali dengan cara dikotomis seperti kipas. Morfologi dari Chondrus crispus sangat bervariasi,terutama luasnya dari thalli. Cabang-cabang memiliki panjang 2-15 mm,warna gelap putih kekuningan dibawah sinar matahari (Taylor, 1960).
          Chondrus crispus  tumbuh diseluruh pantai , paling banyak dipantai Irlandia dan Britania raya dan juga ditumekan disepanjang pantai Eropa, pantai Atlantik Canada. Konstituen utama Adalah tubuh mucilaginous, terbuat dari polisakarida karagenan yang terdiri dari sekitar 55% . Organisme ini juga terdiri dari protein hampir 10% dan sekitar 15% materi, dan kaya akan yodium dan belerang (Taylor, 1960).
   Chondrus crispus mengalami sebuah  pergantian generasi  dengan dua tipe yaitu seksual dan aseksual. seksual haploid gametofit dan aseksual diploid sporophya, ada sepertiga panggung-carposporophyte, yang dibentuk pada gametofit perempuan setelah pembuahan. Para gametophytes pria dan wanita menghasilkan gamet yang kering untuk membentuk carposporophyte diploid, yang membentuk carpospores, yang berkembang menjadi sporofit. Sporophyte kemudian mengalami meiosis untuk menghasilkan tetraspores haploid (yang dapat laki-laki atau perempuan) yang berkembang menjadi gametofit. Tiga tahap (laki-laki, perempuan dan sporophyte) sulit untuk dibedakan ketika mereka tidak subur, namun gametophytes sering menunjukkan  warna biru (Lovelles, 1989).
Alga merah dibudidayakan karena menghasilkan bahan serupa gelatin yang dikenal sebagai agar-agar. Gel ini digunakan oleh para peneliti sebagai medium biakan bakteri dan fase padat pada elektroforesis gel, untuk pengental dalam banyak makanan, perekat tekstil, sebagai obat pencahar (laksatif), atau sebagai makanan penutup. Beberapa alga merah bermanfaat sebagai penyokong penting bagi batu karang tropis. Alga merah juga dapat menghasilkan carrageenan, suatu zat aditif yang dapat ditambahkan pada puding dan es krim. Selain itu, alga merah yang dikeringkan banyak digunakan dalam beberapa hidangan masak (Ciremai, 2003).

BAB IV
PENUTUP
1.Kesimpulan
            Dari pengamatan yang telah dilakukan dan di dukung oleh beberapa literature dapat di simpulkan bahwa:
a)    Di pantai Kondang merak ditemukan beberapa spesies makroalgae dari divisi clorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta.
b)   Sargassum politrycum termasuk divisi phaeophyta memiliki cirri-ciri berwarna coklat kekuningan, mengandung klorofil a dan c,bentuknya menyerupai tumbuhan angiospermae, terdapat air bladder, bercabang, hasil fotosintesis dalam laminarin dan alginate, habitat di laut,reproduksi aseksual dan seksual.
c)    Gracillaria salicornia termasuk dalam divisi Rhodophyta, mempunyai pigmen klorofil a dan d, bentuk blade dan stipe tidak dapat dibedakan, teksturnya kenyal,thalus berbentuk silindris berbuku-buku,percabangan dikotom, warnanya merah keunguan, habitat dilaut dangkal. Cadangan makanan dalam bentuk floridean, reproduksi secara vegetatif dan generatif.
d)   Chondrus cirpus termasuk dalam divisi Rhodophyta, Thallus berbentuk pipih seperti kipas, percabangan di kotom pendek,cadangan makanan dalam bentuk floridean, warna merah keunguan memili pigmen klorofil a dan d, habitat di laut, reproduksi secara vegetative dan generative.
            .
2.      Saran
          Penelitian secara keseluruhan telah berjalan dengan lancar, hanya mengalami sedikit kesulitan saat pengklasifikasian.Agar penelitian selanjutnya berjalan lancar,sebaiknya saat pengklasifikasian ada yang mendampingi agar praktikan tidak salah dalam member nama spesies.




DAFTAR PUSTAKA
Ariyanto. 2000. Biologi Umum. Jakarta: Erlangga.
Birsyam,Inge L.1992.Botani Tumbuhan Rendah. ITB. Bandung
Ciremai. 2008. Biologi Laut. Jakarta: PT. Gramedia.
Campbell, Neil A, J.B Reece dan L.G Mitchell. 2003. Biologi Jilid 1. Erlangga. Jakarta.
Kimball, J. W. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Lovelles. 1989. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerak Tropik 2. Jakarta: Gramedia.
Notji, A. 1981.Biologi Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan.
Pramesti, Rini. 2007. Study Organ Reproduksi Gracilaria gigas Harvey pada Fase  Karposporofit. Jurnal Ilmu Kelautan. Vol. 12  No 2
Sulisetjono.2009. Bahan Serahan Alga:Malang. UIN press
Taylor. 1960. Biologi. Bandung: Ganeca Exact.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1983. Taksonomi Tumbuhan Obat-obatan. Yogyakarta: UGM Press.
Widyorini, Niniek. 2010. Analisis Pertumbuhan Gracilaria sp di Tambak Udang di Tinjau dari Tingkat Sedimentasi. Jurnal Saintek Perikanan. Vol. 6 No. 1